Rss

Tampilkan postingan dengan label Top Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top Asia. Tampilkan semua postingan

08 September 2014

Hidetoshi Nakata

Hidetoshi Nakata ,lahir di Kofu, Prefektur Yamanashi, Jepang, 22 Januari 1977 adalah mantan pemain sepak bola asal Jepang. Nakata adalah salah satu pemain Asia yang paling terkenal pada masanya dan merupakan salah satu pesepak bola terbaik Asia. Bermain sebagai gelandang, karier profesionalnya sepanjang 11 tahun membawanya bermain di Jepang, Italia dan Inggris serta tiga kali memperkuat tim nasional Jepang dalam Piala Dunia 1998, 2002, serta 2006.

Nakata memulai karier profesional bersama Bellmare Hiratsuka (kini Shonan Bellmare) di J. Leaguepada usia 18 tahun pada tahun 1995. Dua tahun kemudian pada Mei 1997 ia memainkan pertandingan internasional pertamanya saat Jepang berhadapan dengan Korea Selatan. Nakata berperan besar dalam membawa tim Jepang lolos ke Piala Dunia 1998. Dalam babak play-off kualifikasi melawan Iran, Nakata memberikan dua assist dari tiga gol yang meloloskan Jepang ke Piala Dunia Perancis 1998. Pada tahun 1997 dan 1998 ia terpilih sebagai Pemain Terbaik AFC.

Setelah Piala Dunia di Perancis, ia pindah ke Perugia di Serie A (Italia). Di sana ia bertahan dua musim hingga kemudian ia pindah ke Roma, yang ia bantu menjuarai liga melalui sumbangan dua golnya pada menit-menit akhir saat Roma bermain seri 2-2 melawan Juventus. Nakata juga membantu Jepang mencapai final Piala Konfederasi 2001 namun ia meninggalkan Jepang sebelum babak final karena harus memperkuat Roma pada pertandingan liga.

Tahun 2001, ia bergabung ke Parma dan bermain di sana selama dua setengah musim. Nakata bermain dalam seluruh pertandingan Jepang pada Piala Dunia 2002. Ia mencetak satu gol melawan Tunisia dalam turnamen tersebut.

Pada Januari 2004, Nakata bergabung dengan Bologna, yang ia perkuat selama sisa musim 2003/04 sebelum kemudian pindah ke Fiorentina. Semusim di Fiorentina, Nakata lalu pindah ke Bolton Wanderers di Liga Utama Inggris sebagai pemain pinjaman.

Pada 3 Juli 2006, setelah Jepang tersingkir dari Piala Dunia 2006, Nakata mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional serta dunia sepak bola profesional. Dalam situs web pribadinya, ia berkata bahwa:

Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia sepak bola internasional.... setelah Piala Dunia di Jerman... Saya tak akan lagi berdiri di atas lapangan sebagai pemain profesional... namun hal tersebut tak akan membuat saya berhenti bermain sepak bola.

Ahn Jung-Hwan

Ahn Jung-Hwan ,lahir di Paju, Gyeonggi, 27 Januari 1976 adalah seorang pemain sepak bola Korea Selatan yang saat ini telah pensiun. Ia bermain sebagai penyerang.

Ahn menjadi terkenal di seluruh dunia saat mencetak gol bagi timnas sepak bola Korea Selatan saat mengalahkan Italia pada babak kedua Piala Dunia 2002 dan membawa Korea Selatan ke babak perempat final. Setelah Piala Dunia tersebut, Ahn didepak dari tim Seri A, Perugia karena dianggap "telah merusak persepak bolaan Italia" oleh pemilik Perugia. Meskipun Perugia kemudian menarik pernyataannya, Ahn menolak untuk kembali ke Perugia dan memutuskan untuk hijrah ke Jepang, bermain untuk Shimizu S-Pulse.

Ia kembali ke Eropa pada tahun 2005 setelah dikontrak klub Perancis, FC Metz. Pada Februari 2006 ia pindah ke MSV Duisburg di Jerman, namun Duisburg terdegradasi pada akhir musim ke Divisi Dua. Ia didepak Duisburg pada Agustus 2006 karena dinilai gagal. Pada Januari 2007, ia menandatangani kontrak satu tahun dengan Suwon Samsung Bluewings.

24 Agustus 2014

Ali Daei

Ali Daei ,lahir 21 Maret 1969 adalah penyerang sepak bola Iran yang bertinggi badan 189 cm dan bermain di klub Saba Battery Tehran dan pemain tim nasional Iran.

Ia telah mencetak 109 gol untuk negaranya dan pernah bermain di klub Bayern München Jerman, ia memperkuat negaranya di Piala Dunia FIFA 1998 dan Piala Dunia FIFA 2006.

21 Agustus 2014

Hong Myung-Bo

Hong Myung-Bo ,lahir di Seoul, 12 Februari 1969 adalah mantan pemain sepak bola Korea Selatan yang bersama dengan Cha Bum Kun, sering dianggap sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah ada di Asia. Hong adalah anggota tim nasional Korea pada empat Piala Dunia, dan merupakan pemain Asia pertama yang bermain di empat Piala Dunia berturut-turut pada turnamen final. Ia bermain sebagai bek tengah atau full-back. Dia pensiun pada akhir tahun 2004 di musim Major League Soccer, setelah menyelesaikan kariernya dengan Los Angeles Galaxy.

Dia dipilih sebagai "FIFA 100", yang diseleksi dari 125 pemain terbesar di dunia. Dia juga penerima Piala Dunia FIFA 2002 Bola Perunggu. Tidak ada pemain Asia lainnya sebelumnya mencapai prestasi ini.

12 Agustus 2014

Kazuyoshi Miura

Kazuyoshi Miura ,Lahir pada tanggal 26 Februari 1967  sering dikenal hanya sebagai Kazu, adalah pemain sepak bola Jepang. Dia telah bermain untuk tim nasional Jepang dan penerima Jepang pertama dari Asian Player of the Year pada tahun 1993,  sebuah penghargaan yang diberikan setiap tahun oleh Konfederasi Sepakbola Asia.  Dia saat ini dengan Yokohama FC di Divisi J. League 2.  Kazu, yang menimbulkan ketenaran di Jepang bertepatan dengan peluncuran Liga J. pada tahun 1993,  bisa dibilang superstar pertama Jepang di sepak bola.

 Dia memainkan pertandingan tim nasional terakhirnya pada tahun 2000 dan selesai dengan paling kedua tujuan karir dalam sejarah tim nasional Jepang dengan 55 gol dalam 89 pertandingan. Miura saat ini pesepakbola tertua di liga profesional Jepang pada 46. Kakaknya Yasutoshi juga pemain sepakbola profesional.
Pada tahun 1982 Miura meninggalkan Shizuoka Gakuen Sekolah setelah kurang dari satu tahun, dan pergi sendirian ke Brasil pada usia lima belas untuk menjadi pemain sepakbola profesional di sana.  Ia menandatangani kontrak dengan Clube Atlético Juventus, klub pemuda di São Paulo, dan dalam 1986, Kazu menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Santos. Ia bermain untuk beberapa klub Brasil Palmeiras dan termasuk Coritiba sampai kembali ke Jepang pada tahun 1990.

Waktunya di Brazil mengangkatnya ke status bintang dan sekembalinya ke Jepang, ia bergabung dengan klub Jepang Yomiuri FC Soccer League, yang kemudian dipisahkan dari perusahaan induknya Yomiuri Shinbun dan menjadi Verdy Kawasaki dengan peluncuran Liga J. pada tahun 1993 [2]. Dengan Yomiuri / Kawasaki, Kazu memenangkan empat gelar liga berturut-turut bermain bersama rekan Jepang tetap tim nasional Ruy Ramos dan Tsuyoshi Kitazawa. Yomiuri memenangkan dua gelar JSL terakhir pada tahun 1991 dan 1992 dan Verdy Kawasaki memenangkan dua gelar J. League pertama pada tahun 1993 dan 1994. Dia bernama pertama J. League Most Valuable Player pada tahun 1993 dan terakhir tidak resmi Asian Pemain of the Year di 1993.

Miura kemudian menjadi pemain sepak bola Jepang pertama yang bermain di Italia, bergabung dengan Genoa CFC di 1994-1995 Serie A musim.  Dalam tugas Italia, dia bermain 21 kali dan hanya mencetak 1 gol, selama derby Genoa melawan Sampdoria. Dia kembali ke Verdy Kawasaki untuk musim 1995 dan bermain dengan mereka sampai akhir musim 1998. Kazu membuat upaya lain untuk bermain di Eropa dengan Dinamo Zagreb pada tahun 1999. Ia kembali ke Jepang namun, setelah percobaan singkat dengan AFC Bournemouth, pada tahun yang sama, dan bermain dengan Kyoto Purple Sanga dan Vissel Kobe, sebelum akhirnya menandatangani untuk Yokohama FC pada tahun 2005.

Ia bermain dengan Sydney FC dari A-League pada pinjaman 2 bulan pada akhir tahun 2005, muncul dalam pertandingan liga dan 2005 FIFA World Club Championship yang diselenggarakan di Jepang. Kazu mencetak 2 gol di kedua pertandingan A-League, kekalahan 3-2 di pimpinan klasemen Adelaide United.

Dia dikenal karena trade mark-nya Kazu membohong dan tari kazu terkenal ketika ia mencetak gol yang besar atau drama besar. Pada tahun 2007, Kazuyoshi Miura dipilih untuk 2007 Jomo All Stars cocok untuk J-Timur dan bermain sangat baik

19 April 2014

Paulino Alcantara

Paulino Alcantara Riestra Legenda Barcelona,
Paulino Alcantara Riestra adalah salah satu legenda Barcelona. Paulino bergabung bersama Barcelona di era awal terbentuknya klub tersebut, saat Joan Gamper (pendiri Barcelona) pertama kali menjadi presiden klub di tahun El Romperedes atau sang pengoyak jala (julukan Paulino) bergabung dengan Barcelona dari tahun 1912-1927 dan mencetak 357 gol dalam 357 pertandingan.
Paulinolahir pada 7 Oktober 1896, kelahiran Iloilo City, sebuah kota di Filipina. Saat membela Filipina, beliau pernah mempersembahkan medali perak pada Far Easter Games di tahun 1917 dengan mengalahkan Jepang 15-2. Rekor kemenangan terbesar timnas sepakbola Filipina sepanjang sejarah dan akan sangat sulit diulang lagi dengan lawan yg sama.
Filipina pernah dikuasai Spanyol dan ayah Alcantara adalah seorang anggota militer Spanyol yang saat itu menjajah Filipina. Sedangkan ibunya asli Filipina. Alcantara baru berusia 2 tahun saat pecah revolusi Filipina yg memaksa ayahnya pulang ke Spanyol. Alcantara baru menyusul ayahnya saat usia 14 tahun. Di Spanyol,Alcantara bergabung dgn FC Galeno. Bakatnya yang cemerlang dalam mencetak gol menjadi jalan bagi dia untuk bergabung dengan Barcelona
Karena Alcantara memiliki 2 kewarganegaraan(Spanyol&Filipina), Alcantara pun pernah memperkuat Spanyol. Dia juga pernah memperkuat tim Cataluna. Pada 30 april 1922, dia membawa kemenangan bagi Spanyol atas Prancis. Tendangan kerasnya merobek jala Prancis dalam artian sebenarnya. Ya, jala gawang Prancis kala itu benar-benar terkoyak. Itulah cikal bakal dia dijuluki el romperedes.
Alcantara pensiun pada usia 31 tahun dan kemudian berprofesi sebagai dokter. Dia menolak memperkuat spanyol saat Olimpiade 1920 karena tengah menyelesaikan kuliah kedokterannya. Alcantara meninggal di Barcelona pada bulan Februari 1964.

Blog Archive

My Ping in TotalPing.com
SEO Reports for toplayer-soccer.blogspot.com