Rss

07 Juni 2014

Michael Laudrup

Michael Laudrup ,lahir di Frederiksberg, Denmark, 15 Juni 1964 adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Denmark dan saat ini menjadi manajer Swansea City. Semasa menjadi pemain, Laudrup pernah bermain untuk KB, Brøndby, Juventus, Lazio, FC Barcelona, Real Madrid, Vissel Kobe, dan Ajax. Ia juga pernah memperkuat timnas senior Denmark dari tahun 1982 hingga 1998 dengan catatan 37 gol dari 108 kali penampilan.

Setelah pensiun sebagai pemain, Laudrup memulai karier kepelatihan dengan menjadi asisten pelatih timnas Denmark pada tahun 2000. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Brøndby dua tahun kemudian. Ia juga pernah melatih Getafe, Spartak Moscow, dan Mallorca. Pada 15 Juni 2012, Laudrup menandatangani kontrak berdurasi dua tahun untuk menjadi manajer Swansea City.

Sejumlah gelar juara dan penghargaan telah Laudrup raih. Ia berhasil meraih lima gelar juara La Liga secara berturut-turut. Empat gelar pertama ia raih bersama FC Barcelona dengan gelar kelima ia raih bersama Real Madrid. Pada tahun 1999, Laudrup terpilih sebagai Pemain Asing Terbaik di Liga Spanyol dalam 25 tahun terakhir. Pada bulan November 2003, ia dipilih Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) sebagai Pemain Terbaik Denmark dalam penghargaan UEFA Jubilee Awards. Pada bulan November 2006, DBU memilih Laudrup sebagai Pemain Sepak Bola Denmark Terbaik Sepanjang Masa.

Gheorghe Hagi

Gheorghe Hagi , lahir di Săcele, Constanţa, Rumania, 5 Februari 1965 merupakan mantan pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Rumania. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti Farul Constanţa, Sportul Studenţesc, Steaua Bucureşti, Real Madrid, Brescia Calcio, FC Barcelona, dan Galatasaray.

Di timnas Rumania, dia bermain 125 kali dan mencetak 35 gol.

Jurgen Klinsmann

Jürgen Klinsmann ,lahir di Göppingen, Jerman, 30 Juli 1964 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Jerman dan pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola Jerman yang berhasil menempati peringkat 3 pada Piala Dunia 2006 dan juga pernah melatih klub Bayern München. Semasa menjadi pemain Klinsmann pernah meraih Trofi Piala Dunia pada tahun 1990 di Italia dan Menjuarai Piala Eropa 1996 yang diselenggarakan di Inggris.

Pada tingkat klub, Pria yang di juluki "The Golden Bomber" karena kehandalannya mencetak gol dan rambut pirang keemasannya ini pernah tergabung dengan klub Stuttgarter Kickers, VfB Stuttgart, Internazionale Milano, AS Monaco, Tottenham Hotspur, Bayern München, Sampdoria, Orange County Blue Stars. Namun walau telah memenangkan banyak piala ia hanya pernah sekali mengangkat trofi liga yakni ketika di Bayern München tahun 1997. Pemain yang senantiasa mengenakan kostum bernomor 18 ini juga di kenal dengan keahliannya melakukan trik menjatuhkan diri untuk mendapat keuntungan dari wasit.

Rudy Voeller

Rudolf 'Rudi' Völler ,lahir di Hanau, Hessen, Jerman, 13 April 1960 adalah mantan pemain dan manajer timnas sepak bola Jerman. Biasanya bermain sebagai penyerang, Völler bergabung dengan tim Bundesliga Werder Bremen pada 1982 dan pindah ke A.S. Roma pada 1987. Di sana ia memenangkan Coppa Italia pada 1991.
Pada 1992, Völler bergabung dengan Olympique Marseille, memenangkan Champions League pada tahun 1993. Kembali ke Jerman, ia bermain untuk Bayer Leverkusen pada 1994, di mana ia mengakhiri kariernya sebagai pemain pada 1996 dan memulai karier sebagai manajer klub tersebut.

06 Juni 2014

Dejan Savicevic

Dejan Savićević , lahir 15 September 1966 merupakan seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Montenegro. Dia kini menjabat sebagai presiden Asosiasi Sepak bola Montenegro. Dia pernah membela klub Budućnost Titograd, Red Star Belgrade, A.C. Milan, Red Star Belgrade, dan Rapid Wien. Di timnas Serbia, dia bermain 56 kali dan mencetak 19 gol. 

Dejan Savicevic adalah salah satu pemain yang sangat jenius . Ia memiliki skill yang sangat bagus . Ia memiliki julukan Si Jenius dari Montenegro.Ia pernah mengantar AC Milan menjadi juara liga champion.

John Barnes

John Charles Bryan Barnes MBE ,lahir 7 November 1963 kelahiran Jamaican mantan pemain sepak bola Inggris dan manajer, yang saat ini bekerja sebagai komentator dan pakar untuk ESPN dan SuperSport.

Selama karir bermain, Barnes telah berhasil di Watford dan Liverpool pada 1980-an dan 1990-an, memenangkan Divisi pertama dua kali, Piala FA dua kali, dan bermain untuk Inggris 79 kali (di waktu, sebuah rekor untuk pemain hitam). Setelah periode Newcastle United, ia mengakhiri karirnya bermain di Charlton Athletic di 1999.

Setelah pensiun sebagai pemain, Barnes telah bekerja sebentar sebagai pelatih kepala dari Celtic tahun 1999-2000, bekerja bersama Kenny Dalglish. Dia mengambil alih sebagai manajer tim nasional Jamaika pada tahun 2008, tapi enam bulan kemudian menjadi manajer di Tranmere Rovers mengundurkan diri. Ia dipecat oleh Tranmere pada tahun 2009, setelah serangkaian hasil miskin.

Barnes kiri Watford pada 9 Juni 1987 dalam kesepakatan £900.000 untuk bergabung Liverpool Kenny Dalglish, setelah muncul 233 kali dilihat untuk lebah dan mencetak gol 65. Dia bergabung pada waktu yang sama seperti tim-mate Inggris Peter Beardsley dan dihubungkan dengan John Aldridge, Ray Houghton dan kemudian Ian Rush untuk membentuk salah satu garis menyerang terberat sejarah Liverpool.

Tepat sebelum Barnes kiri Watford, manajer Graham Taylor telah berangkat ke Aston Villa digantikan oleh Dave Bassett, yang telah mengundurkan diri untuk kehilangan Barnes Bernabeu. Ia menawarkan kesempatan untuk menandatangani Barnes Manchester United Alex Ferguson, namun Ferguson menolak kesempatan untuk login Barnes karena ia masih memiliki iman di sayap kiri United Jesper Olsen. Hal ini terungkap dalam Ferguson's otobiografi mengelola hidupku di tahun 1999. Ferguson telah sejak menyatakan penyesalan di tidak menandatangani Barnes.[13]

Barnes melakukan debut untuk merah, bersama dengan Beardsley, pada 15 Agustus 1987 di Liga 2-1 menang atas Arsenal di Highbury. Dalam 9 menit Barnes dan Beardsley dikombinasikan untuk mengatur Aldridge untuk tujuan. Teguran pertama Barnes' untuk klub datang bulan kemudian pada 12 September sebagai merah mengalahkan Inggris Oxford 2-0 di Anfield.

Di musim pertamanya di Anfield, Liverpool coasted gelar liga, sisa tak terkalahkan untuk permainan pertama 29 musim dan berakhir dengan hanya dua kekalahan. Namun, ganda mengejutkan digagalkan oleh Wimbledon yang mengalahkan Juara 1-0 di final Piala FA. Barnes adalah kontributor utama dan memang pemain di Anfield Rap; rap klub tradisional final Piala lagu. Album ini mencapai nomor 3 di tangga lagu Inggris.

Selama musim itu, Barnes rasial disalahgunakan oleh bagian dari Everton pendukung di Merseyside derby di Anfield, yang menyebabkan Everton Ketua Philip Carter tidak mengakui pendukung menyinggung.[14]

Barnes mencetak 15 gol liga di musim pertamanya di Anfield, kedua hanya untuk John Aldridge di klub. Dia adalah memilih pemain PFA tahun. Khususnya Barnes, Beardsley, Houghton dan Aldridge menjadi instrumen Liverpool menang 5-0 atas Nottingham Forest pada 13 April 1988, sebuah permainan yang Tom Finney digambarkan sebagai "pameran terbaik yang pernah kulihat sepanjang waktu aku sudah bermain dan mengawasi permainan. Anda tidak bisa melihat itu faedahnya di mana saja, bahkan di Brasil."[15] tim pasangan Aldridge mengatakan dalam otobiografinya bahwa Bobby Robson saat mengklaim Barnes adalah sebagai baik sebagai George Best di puncak dengan Manchester United 20 tahun sebelumnya.

Musim berikutnya membawa hasil yang beragam. Liverpool memenangkan Piala FA dengan kemenangan 3-2 atas Merseyside saingan Everton, dengan tujuan menciptakan Barnes dari sayap kiri untuk Ian Rush dan berperan selama periode waktu ekstra. Mereka kehilangan judul untuk gudang dengan detik tersisa. Barnes dimainkan seluruh judul decider di Anfield, dengan bergerak mengakibatkan Michael Thomas' tujuan terjadi segera setelah Barnes telah kehilangan kepemilikan bola berusaha menggiring bola melewati Kevin Richardson di saat-saat terakhir permainan.

Pada April 1989, setelah bencana Hillsborough merenggut nyawa 96 Liverpool fans Barnes menghadiri pemakaman beberapa dan mengunjungi terluka di rumah sakit. Ia ditarik keluar dari Inggris internasional ramah untuk memenuhi tugas-tugas umum ini.[16]

05 Juni 2014

Gary Lineker

Gary Lineker ,lahir di Leicester, 30 November 1960 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah bermain untuk tim Leicester City F.C., Everton F.C., F.C. Barcelona, Tottenham Hotspur F.C., dan Nagoya Grampus Eight.

Memulai karir profesional nya pada usia 18 tahun di klub Leicester City (1978-1985). Kemudian pindah ke Everton dan langsung menjadi top skorer dengan 38 gol dalam 52 pertandingan. Pada tahun berikutnya dipinang oleh klub raksasa Barcelona selama 3 tahun (1986-1989) dan berhasil meraih satu trofi Piala Winner.

Pada tahun 1989 memutuskan untuk kembali ke Liga Inggris dan bergabung dengan Tottenham Hotspur dan sempat menjadi top skor pada musim 1989-1990 dengan torehan 24 gol. Pada tahun 1992 hengkang ke Jepang dengan klub Nagoya Grampus Eight dan mengakhiri karier sepakbola di usia yg masih bisa dibilang cukup muda pada tahun 1994.

Sedangkan di Tim Nasional Inggris Lineker melakukan debut nya pada tahun 1984 melawan Skotlandia. Dan pada tahun 1986 membawa Inggris melaju hingga semifinal Piala Dunia dan berhasil menjadi Top Skor dengan 5 gol. Selama bergabung dengan Tim Three Lions, Lineker menjalani 80 pertandingan resmi dan membukukan 48 gol.

Selama 16 tahun berkarir di dunia sepakbola profesional Gary Lineker sudah menjalani lebih dari 560 pertandingan dan hebatnya dia sama sekali tidak pernah menerima hukuman kartu (baik kartu kuning maupun merah) dari wasit. Karena pencapaian tersebut, pada tahun 1990 dia mendapat penghargaan FIFA Fair Play Award.


Bryan Robson

Bryan Robson lahir di Chester-le-Street, Inggris, 11 Januari 1957 adalah mantan pemain sepak bola Inggris, yang sekarang melatih Thailand. Ia mulai terkenal saat bermain untuk Manchester United.

Jean-Pierre Papin

Jean-Pierre Papin , lahir di Boulogne-sur-Mer, Perancis, 5 November 1963 merupakan seorang mantan pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Perancis yang saat ini dia melatih klub RC Lens yang sukses membawa RC Strasbourg promosi. Di karier pemain, dia bermain untuk INF Vichy, Valenciennes FC, Club Brugge, Olympique de Marseille, AC Milan, Bayern München, FC Girondins de Bordeaux, dan En Avant Guingamp. Di timnas Perancis, dia bermain 54 kali dan mencetak 30 gol.




      Gelar :
  • Champion's League: 1994
  • UEFA Cup: 1996
  • Première Division Française: 1989, 1990, 1991, 1992
  • Coupe de France: 1989
  • Serie A: 1993, 1994
  • Italian Super Cup: 1992
  • Belgian Cup: 1986
  • Kirin Cup : 199

Enzo Francescoli

Enzo Francescoli Uriarte , lahir di Montevideo, Uruguay, 12 November 1961 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Uruguay. Dia pernah bermain untuk tim Montevideo Wanderers F.C., Club Atlético River Plate, Racing Club de Paris, Olympique de Marseille, Cagliari Calcio, dan Torino F.C.. Di timnas Uruguay, dia bermain 73 kali dan mencetak 17 gol. Dia bermain untuk timnas itu di Piala Dunia FIFA 1986 dan Piala Dunia FIFA 1990.


Lothar Matthaus

Lothar Herbert Matthäus, lahir di Erlangen, Jerman Barat, 21 Maret 1961 adalah seorang manajer dan mantan pemain sepak bola asal Jerman. Setelah menjadi kapten Jerman Barat untuk kemenangan di Piala Dunia FIFA 1990, ia kemudian menjadi Pemain Terbaik Eropa. Pada tahun 1991.

Ia terpilih menjadi Pemain Terbaik Dunia FIFA 1991 yang pertama kalinya, dan satu-satunya pemain Jerman yang telah menerima penghargaan itu.

Dia telah bermain di lima Piala Dunia FIFA (1982, 1986, 1990, 1994, 1998), dan memegang rekor sebagai pemain yang paling sering bermain di pertandingan Piala Dunia (25 pertandingan). Ia juga memenangkan Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 1980, dan bermain di turnamen tahun 1984, 1988, dan 2000. Pada tahun 1999, usia 38, ia kembali menjadi Pemain Terbaik Jerman, setelah sebelumnya memenangkan penghargaan itu pada tahun 1990.
Matthäus adalah pemain Jerman yang paling banyak tampil untuk timnas sepanjang masa, pensiun dengan total 150 penampilan (83 untuk Jerman Barat) dalam 20 tahun, dan 23 gol untuk tim nasional Jerman. Matthäus adalah anggota dari FIFA 100 – sebuah daftar berisi 125 pemain sepak bola terbesar yang dipilih oleh Pelé.

Diego Maradona berkata tentang Matthäus "dia adalah saingan terbaik yang pernah kumiliki. Kurasa itu sudah cukup untuk mendefinisikan dirinya" dalam bukunya Yo soy el Diego (Saya Diego).

Seorang pemain serbaguna dan lengkap, Matthäus terkenal karena umpan perseptifnya, posisi akal, dan tekelnya yang baik, serta tembakan dahsyatnya. Selama kariernya, ia biasanya dimainkan sebagai gelandang box-to-box, meskipun kemudian kariernya ia bermain sebagai sweeper.

Klub

Borussia Mönchengladbach

    Runner-up Piala UEFA: 1980
    Runner-up DFB-Pokal : 1984

FC Bayern Munich

        Runner-up Liga Champions UEFA: 1986–87, 1998–99
        Piala UEFA: 1996
        Bundesliga (7): 1984–85, 1985–86, 1986–87, 1993–94, 1996–97, 1998–99, 1999–2000
        DFB-Pokal: 1985–86, 1997–98, 1999–2000
        DFB-Ligapokal: 1997, 1998, 1999
        Piala Super DFL: 1987
        Fuji-Cup: 1987, 1988, 1994, 1995

Inter Milan

        Piala UEFA: 1990–91
        Serie A: 1988–89
        Supercoppa Italiana: 1989

Metrostars

        Juara Divisi Timur MLS: 2000

Internasional

Jerman

        Piala Dunia FIFA: 1990
        Runner-up Piala Dunia FIFA: 1982, 1986
        Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA: 1980
        U.S. Cup: 1993

Individual

        Ballon d'Or: 1990
        Onze d'Or: 1990
        Pemain Terbaik Dunia FIFA: 1991
        World Soccer Awards Player of the Year: 1990
        Pemain Terbaik Jerman: 1990, 1999
        Bola Perak Piala Dunia FIFA: 1990
        Goal of the Year in Germany: 1990, 1992
        FIFA 100
        Tim terbaik Piala Dunia FIFA: 1990
        Tim terbaik Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA: 1988

04 Juni 2014

Giuseppe Bergomi

Giuseppe Bergomi lahir di Milan, Italia, 22 Desember 1963 adalah seorang mantan pemain sepak bola Italia. Ia berposisi sebagai pemain bertahan. Ia bermain untuk Internazionale dan untuk tim nasional Italia.



Klub

Giuseppe Bergomi hanya bermain untuk Internazionale sepanjang kariernya selama 20 tahun. Tercatat, ia tampil 519 kali untuk Inter dan mencetak 23 gol di Liga Italia. Sementara, di Coppa Italia Bergomi tercatat tampil 120 kali dan mencetak 5 gol. Sementara, di kompetisi Eropa, ia tampil 117 kali tanpa mencetak gol. Sehingga total, Bergomi bermain sebanyak 756 kali dan mencetak 28 gol di seluruh kompetisi.
Pertandingan pertamanya bersama Inter adalah saat Inter bertandang ke markas Juventus pada 30 Januari 1980 dan bermain imbang tanpa gol, sementara pertandingan terakhirnya adalah saat Inter menang 3–1 atas Bologna pada 23 Mei 1999.

Internasional

Bergomi sempat dipanggil masuk ke tim U-21 Italia tahun 1981–1982, dan tampil 3 kali tanpa mencetak gol. Ia kemudian masuk ke tim utama Italia pada tahun 1982 hingga tahun 1998. Total, ia bermain 81 kali dan mencetak 6 gol. Ia turut bermain untuk Italia dalam Piala Dunia 1982, 1986, 1990, dan 1998 serta Piala Eropa 1988.

Kepelatihan

Setelah pensiun, ia melatih tim junior Inter Milan. Bergomi sempat melatih tim U-16 Inter (Esordienti) pada tahun 2008. Ia kemudian melatih tim U-17 Inter (Allievi Nazionali) sejak Juli 2009, dan sempat melatih tim U-19 Inter (Berretti) pada tahun 2010.

Franco Baresi

Franco Baresi lahir di Travagliato, Italia, 8 Mei 1960 adalah seorang pelatih tim junior dan mantan pemain sepak bola asal Italia. Ia bermain sebagai sweeper dan menghabiskan seluruh karier bermainnya bersama klub Serie A, A.C. Milan. Ia dianggap sebagai salah satu pemain belakang terbesar sepanjang masa. Ia memenangkan Liga Champions sebanyak 3 kali, serta 6 gelar Serie A, 4 gelar Supercoppa Italiana, 3 gelar Piala Super Eropa dan 2 gelar Piala Interkontinental.

Bersama Italia, ia memenangkan Piala Dunia FIFA 1982. Ia bermain di Piala Dunia FIFA 1990 di mana ia masuk ke dalam Tim All-Star Piala Dunia FIFA. Pada Piala Dunia FIFA 1994 ia adalah bagian dari tim yang mencapai final.

Baresi dijuluki "Piscinin", yang berarti "Si kecil". Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai Pemain terbaik Milan Abad Ini. 

A.C. Milan mempensiunkan nomor punggung 6 yang selama ini dipakai Baresi. Ia diangkat oleh Pelé sebagai salah satu dari 125 Pesepak bola Terbesar Sepanjang Masa pada Upacara Penghargaan FIFA pada tahun 2004. Ia juga adik dari legenda Inter Milan Giuseppe Baresi.

Paulo Futre

Paulo Jorge dos Santos Futre, lahir 28 Februari 1966 adalah pemain sepak bola profesional pensiunan Portugis yang bermain sebagian besar sebagai pemain sayap kiri yang dikenal untuk dribbling-nya.

Setelah terkenal di Sporting baik sebelum ulang tahunnya yang ke-20, ia segera pindah ke Porto - memenangkan Piala Eropa 1987 - setelah itu ia memulai dalam karir yang luas, lalu bermain di liga  Spanyol, Perancis, Italia dan Jepang, terutama Atlético Madrid.


Sebagai Runner-up Ballon d'or tahun 1987 setelah Ruud Gullit. 

Bermain di level internasional Portugal sejak usia 17, Futre memiliki lebih dari 40 caps untuk negaranya, ikut bermain di Piala Dunia 1986.



Ronald Koeman

Ronald Koeman lahir di Zaandam, Belanda, 21 Maret 1963 adalah mantan bek asal Belanda dan manajer di klub Feyenoord. Dia adalah saudara kandung dari mantan pelatih Feyenoord, Erwin Koeman dan anak dari mantan pesepak bola, Martin Koeman.

Ronald Koeman terkenal dengan gaya nya yang lugas dilini pertahanan, dan spesialis tendangan bebas yang terkenal dengan sebutan "Canon Ball".




Bermain untuk Barcelona.

Frank Rijkaard

Franklin Edmundo Rijkaard lahir di Amsterdam, Belanda, 30 September 1962 adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Belanda, pelatih dan manajer. Rijkaard pernah bermain untuk klub sepak bola Ajax Amsterdam, Real Zaragoza dan AC Milan. 

Ia bermain untuk timnas sepak bola Belanda sebanyak 73 kali dan menyarangkan 10 gol. Ia menjadi manajer FC Barcelona sejak 2003 hingga 2008 . Posisi Rijkaard di FC Barcelona diganti oleh Josep Guardiola.




Marco van Basten

Marcell "Marco" van Basten , lahir di Utrecht, Belanda, 31 Oktober 1964 adalah seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Belanda. Ia adalah mantan pelatih tim sepak bola Belanda dan mantan pelatih Ajax Amsterdam. Sebelumnya, semasa masih menjadi pemain ia bermain untuk tim Ajax Amsterdam dan A.C. Milan pada tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. Ia dikenal sebagai salah satu penyerang depan yang handal di sepanjang sejarah dan mencetak sebanyak 276 gol dalam kariernya. Dikenal atas kekuatannya dalam penguasaan bola, kemampuan taktis serta tendangan keras dan volinya yang spektakuler.

 
Van Basten meraih penghargaan Pemain Sepak bola Terbaik Eropa sebanyak tiga kali (tahun 1988, 1989 dan 1992) juga Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1992. 

Membawa Timnas Belanda menjuarai Piala Eropa tahun 1988. Bersama Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Ronald Koeman serta kiper Hans Van Breukelen.

Kariernya sangat singkat, pada umur 29 tahun, ia sudah pensiun karena cederanya yang parah dan kambuhan. Bahkan, pada penghormatan terakhirnya di San Siro, membuat pelatih Milan saat itu, Fabio Capello menangis.

Blog Archive

My Ping in TotalPing.com
SEO Reports for toplayer-soccer.blogspot.com