Rss

04 Juni 2014

Giuseppe Bergomi

Giuseppe Bergomi lahir di Milan, Italia, 22 Desember 1963 adalah seorang mantan pemain sepak bola Italia. Ia berposisi sebagai pemain bertahan. Ia bermain untuk Internazionale dan untuk tim nasional Italia.



Klub

Giuseppe Bergomi hanya bermain untuk Internazionale sepanjang kariernya selama 20 tahun. Tercatat, ia tampil 519 kali untuk Inter dan mencetak 23 gol di Liga Italia. Sementara, di Coppa Italia Bergomi tercatat tampil 120 kali dan mencetak 5 gol. Sementara, di kompetisi Eropa, ia tampil 117 kali tanpa mencetak gol. Sehingga total, Bergomi bermain sebanyak 756 kali dan mencetak 28 gol di seluruh kompetisi.
Pertandingan pertamanya bersama Inter adalah saat Inter bertandang ke markas Juventus pada 30 Januari 1980 dan bermain imbang tanpa gol, sementara pertandingan terakhirnya adalah saat Inter menang 3–1 atas Bologna pada 23 Mei 1999.

Internasional

Bergomi sempat dipanggil masuk ke tim U-21 Italia tahun 1981–1982, dan tampil 3 kali tanpa mencetak gol. Ia kemudian masuk ke tim utama Italia pada tahun 1982 hingga tahun 1998. Total, ia bermain 81 kali dan mencetak 6 gol. Ia turut bermain untuk Italia dalam Piala Dunia 1982, 1986, 1990, dan 1998 serta Piala Eropa 1988.

Kepelatihan

Setelah pensiun, ia melatih tim junior Inter Milan. Bergomi sempat melatih tim U-16 Inter (Esordienti) pada tahun 2008. Ia kemudian melatih tim U-17 Inter (Allievi Nazionali) sejak Juli 2009, dan sempat melatih tim U-19 Inter (Berretti) pada tahun 2010.

Franco Baresi

Franco Baresi lahir di Travagliato, Italia, 8 Mei 1960 adalah seorang pelatih tim junior dan mantan pemain sepak bola asal Italia. Ia bermain sebagai sweeper dan menghabiskan seluruh karier bermainnya bersama klub Serie A, A.C. Milan. Ia dianggap sebagai salah satu pemain belakang terbesar sepanjang masa. Ia memenangkan Liga Champions sebanyak 3 kali, serta 6 gelar Serie A, 4 gelar Supercoppa Italiana, 3 gelar Piala Super Eropa dan 2 gelar Piala Interkontinental.

Bersama Italia, ia memenangkan Piala Dunia FIFA 1982. Ia bermain di Piala Dunia FIFA 1990 di mana ia masuk ke dalam Tim All-Star Piala Dunia FIFA. Pada Piala Dunia FIFA 1994 ia adalah bagian dari tim yang mencapai final.

Baresi dijuluki "Piscinin", yang berarti "Si kecil". Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai Pemain terbaik Milan Abad Ini. 

A.C. Milan mempensiunkan nomor punggung 6 yang selama ini dipakai Baresi. Ia diangkat oleh Pelé sebagai salah satu dari 125 Pesepak bola Terbesar Sepanjang Masa pada Upacara Penghargaan FIFA pada tahun 2004. Ia juga adik dari legenda Inter Milan Giuseppe Baresi.

Paulo Futre

Paulo Jorge dos Santos Futre, lahir 28 Februari 1966 adalah pemain sepak bola profesional pensiunan Portugis yang bermain sebagian besar sebagai pemain sayap kiri yang dikenal untuk dribbling-nya.

Setelah terkenal di Sporting baik sebelum ulang tahunnya yang ke-20, ia segera pindah ke Porto - memenangkan Piala Eropa 1987 - setelah itu ia memulai dalam karir yang luas, lalu bermain di liga  Spanyol, Perancis, Italia dan Jepang, terutama Atlético Madrid.


Sebagai Runner-up Ballon d'or tahun 1987 setelah Ruud Gullit. 

Bermain di level internasional Portugal sejak usia 17, Futre memiliki lebih dari 40 caps untuk negaranya, ikut bermain di Piala Dunia 1986.



Ronald Koeman

Ronald Koeman lahir di Zaandam, Belanda, 21 Maret 1963 adalah mantan bek asal Belanda dan manajer di klub Feyenoord. Dia adalah saudara kandung dari mantan pelatih Feyenoord, Erwin Koeman dan anak dari mantan pesepak bola, Martin Koeman.

Ronald Koeman terkenal dengan gaya nya yang lugas dilini pertahanan, dan spesialis tendangan bebas yang terkenal dengan sebutan "Canon Ball".




Bermain untuk Barcelona.

Frank Rijkaard

Franklin Edmundo Rijkaard lahir di Amsterdam, Belanda, 30 September 1962 adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Belanda, pelatih dan manajer. Rijkaard pernah bermain untuk klub sepak bola Ajax Amsterdam, Real Zaragoza dan AC Milan. 

Ia bermain untuk timnas sepak bola Belanda sebanyak 73 kali dan menyarangkan 10 gol. Ia menjadi manajer FC Barcelona sejak 2003 hingga 2008 . Posisi Rijkaard di FC Barcelona diganti oleh Josep Guardiola.




Marco van Basten

Marcell "Marco" van Basten , lahir di Utrecht, Belanda, 31 Oktober 1964 adalah seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Belanda. Ia adalah mantan pelatih tim sepak bola Belanda dan mantan pelatih Ajax Amsterdam. Sebelumnya, semasa masih menjadi pemain ia bermain untuk tim Ajax Amsterdam dan A.C. Milan pada tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. Ia dikenal sebagai salah satu penyerang depan yang handal di sepanjang sejarah dan mencetak sebanyak 276 gol dalam kariernya. Dikenal atas kekuatannya dalam penguasaan bola, kemampuan taktis serta tendangan keras dan volinya yang spektakuler.

 
Van Basten meraih penghargaan Pemain Sepak bola Terbaik Eropa sebanyak tiga kali (tahun 1988, 1989 dan 1992) juga Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1992. 

Membawa Timnas Belanda menjuarai Piala Eropa tahun 1988. Bersama Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Ronald Koeman serta kiper Hans Van Breukelen.

Kariernya sangat singkat, pada umur 29 tahun, ia sudah pensiun karena cederanya yang parah dan kambuhan. Bahkan, pada penghormatan terakhirnya di San Siro, membuat pelatih Milan saat itu, Fabio Capello menangis.

02 Juni 2014

Ruud Gullit

Ruud Gullit lahir di Amsterdam, Belanda, 1 September 1962 adalah seorang pemain sepak bola Belanda. Ia bersama dengan Marco van Basten dan Frank Rijkaard merupakan bagian dari timnas sepak bola Belanda yang memenangkan Piala Eropa pada tahun 1988.

Ruud Gullit, yang sebenarnya bernama Ruud Dil, lahir di Amsterdam sebagai anak di luar nikah dari seorang Suriname bernama George Gullit dan wanita asli Amsterdam bernama Ria Dil. George Gullit berhijrah dari Suriname pada tahun 1958 dengan istri dan ketiga anaknya. Ria Dil adalah wanita simpanannya. 

Mudah dicirikan karena memiliki gaya main yang begitu keras, berbadan besar, dengan tendangan yang sangat akurat, serta ciri khasnya, rambut gimbal yang unik. 

Sekarang menjabat sebagai pelatih salah satu klub di amerika , Los Angeles Galaxy.


Mendapat penghargaan ballon d'or 1987

Hugo Sanchez

Hugo Sánchez Márquez lahir di Ciudad de México, Meksiko, 11 Juli 1958 merupakan mantan pemain sepak bola asal Meksiko yang terkenal saat bergabung bersama Real Madrid. Posisinya dalam bermain adalah sebagai penyerang. Ia sempat tampil dalam tiga kali Piala Dunia FIFA. 







Selebrasi khas nya yaitu melakukan salto setiap kali habis mencetak gol ke gawang lawan.

Kini ia bekerja sebagai penyiar olahraga untuk saluran televisi Univision.

Emilio Butragueno

Emilio Butragueño Santos ,lahir di Madrid, Spanyol, 22 Juli 1963 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti Real Madrid Castilla, Real Madrid, dan Club Celaya. Di Real Madrid dia mengoleksi 123 gol dari 341 penampilan.

Mendapat julukan El-Butre (Si Burung Nazar)
Di timnas Spanyol, dia bermain 69 kali dan mencetak 26 gol.

Jose Luis Chilavert


José Luis Chilavert lahir di Luque, Paraguay, 27 Juli 1965 adalah mantan penjaga gawang sepak bola. Chilavert terkenal dengan tendangan bebasnya yang sering menghasilkan gol, sebagaimana ia terkenal dengan karakternya yang mudah marah dan selalu berapi-api.
Debut sepak bolanya dimulai di usia 15 tahun dengan membela tim lokal Sportivo Luqueño, dan menjadi penjaga gawang Tim Nasional Paraguay pertama kali pada tahun 1989. Beberapa tahun setelah debutnya, dia pindah ke tim Spanyol, Real Zaragoza. Tidak lama bermain di Spanyol, Chilavert kembali ke Amerika Latin dan membela Velez Sarsfield. Chilavert membawa Velez juara Liga Argentina tiga kali, juara Piala Libertadores, dan juara Piala Interkontinental. Pada tahun 1999.

Dia mencetak sejarah dengan menjadi penjaga gawang pertama yang mencetak hat-trick. Dia membawa Velez menang atas Ferro Carril Oeste dengan mencetak tiga gol. 




Dia juga terpilih sebagai Penjaga Gawang Terbaik Dunia pada tahun 1995, 1997, dan 1998
Chilavert mengumumkan pengunduran dirinya pada Desember 2003.

19 Mei 2014

Sandor Kocsis

Sándor Kocsis Péter (21 September 1929 – 22 Juli 1979) adalah seorang pesepak bola Hungaria yang bermain untuk Ferencváros TC, Budapest Honvéd, Young Fellows Zürich, FC Barcelona dan Hungaria. Pada 1950an, bersama dengan Ferenc Puskás, Zoltán Czibor, József Bozsik dan Nándor Hidegkuti, ia menjadi anggota Mighty Magyars. Setelah Revolusi Hungaria 1956, ia berpindah ke Spanyol dimana ia menjadi anggota tim FC Barcelona pada akhir 1950an.

Just Fontaine

Just Fontaine lahir di Marrakech, Maroko, 18 Agustus 1933 adalah mantan pemain sepak bola Perancis. Ia memegang rekor pencetak gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Dunia FIFA dengan 13 gol, yang ia cetak pada Piala Dunia FIFA 1958.
Fontaine memulai karier profesional di USM Casablanca di Maroko, di mana ia bermain dari 1950 hingga 1953. Ia direkrut Nice pada tahun 1953. Di sana, Fontaine mencetak 44 gol dalam tiga musim bersama Nice. Fontaine lalu pindah ke Stade de Reims untuk menggantikan Raymond Kopa, di mana ia mencetak 121 gol dalam enam musim. Jika dijumlah, Fontaine mencetak 165 gol dalam 200 pertandingan di Ligue 1 (Liga Perancis), dan dua kali menjuarainya (1958 dan 1960).
Di tim nasional Perancis, statistik Fontaine lebih hebat lagi. Pada debutnya pada 17 Desember 1953, Fontaine mencetak hattrick saat Perancis mengalahkan Luxemburg 8-0. Dalam tujuh tahun, ia mencetak 30 gol dalam 21 kali penampilan. Penampilannya yang paling mengesankan adalah pada Piala Dunia 1958, saat ia melesakkan 13 gol yang masih menjadi rekor hingga saat ini, termasuk mencetak 4 gol saat melawan Jerman Barat yang merupakan juara bertahan.
Fontaine memainkan pertandingan terakhirnya pada Juli 1962. Ia pensiun awal karena cedera yang terus menghantuinya. Tahun 1967 ia sempat melatih tim nasional Perancis, namun setelah hanya dua pertandingan (yang berakhir dengan kekalahan) ia didepak dari jabatannya.

18 Mei 2014

Diego Maradona

Diego Armando Maradona lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960 adalah mantan pesepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pesepakbola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri.
  
Karier
Pada usia 10 tahun bakat sepakbolanya ditemukan oleh pemandu bakat klub Agentinos Juniors. 2 tahun kemudian dia menjadi maskot klub tersebut bernama Los Cebollitas (Bawang Kecil), yang mana dia bertugas untuk menghibur penonton dengan keterampilan sepakbolanya saat jeda pertandingan pada kompetisi divisi utama Argentina, Argentinos Juniors. Bakatnya tercium sampai ke Inggris saat klub Sheffield United mencoba mentransfernya seharga 180.000 poundsterling. Proposal itu kemudian ditolak oleh Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling dimana ia menjadi juara liga untuk pertama kalinya.

FC Barcelona

Setelah Piala Dunia 1982, ia kemudian ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia pada saat itu. Disana bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan FC Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao. Kariernya di FC Barcelona mengalami beberapa kendala, pertama adalah ketika Maradona divonis mengidap penyakit hepatitis, kemudian cedera engkel yang parah akibat tekel keras oleh pemain Athletic de Bilbao, Andoni Goikoetxea dimana hampir mengakhiri kariernya dalam dunia sepakbola. Selain itu dia juga kerap bersitegang dengan Presidan klub Josep Lluís Núñez.

Napoli

Maradona lalu ditransfer ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan mencapai puncak kariernya dalam sepakbola dimana ia membawa tim tersebut menjadi juara Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990). Dan menjadi runner up Serie A pada tahun 1987/88 dan 1988/89. Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Serie A dengan 15 gol. Maradona juga meraih penghargaan Guerin d'Oro sebagai pemain dengan rating terbaik menurut majalah Italia Guerin Sportivo. Maradona juga tampil dalam acara testimoni untuk Osvaldo Ardilles dalam pertandingan antara Tottenham Hotspurs melawan Inter Milan dimana skor akhirnya 2-1 untuk kemenangan Spurs. Dalam pertandingan itu Glenn Hoddle merelakan kaos nomor 10 miliknya untuk dipakai oleh Maradona. Namun dibalik kehebatannya tersebut, justru di Italia Maradona semakin terpuruk dalam dunia hitam. Kebiasaannya mengonsumsi kokain semakin memburuk dan berkali-kali di denda oleh kubnya karena tidak tampil dalam latihan maupun pertandingan dengan alasan stress.

Sevilla, Newells Old Boys & Boca Juniors

Kariernya kemudian menurun setelah itu. Ia terbukti menggunakan doping pada tahun 1991[rujukan?] dan dilarang bermain sepakbola selama 15 bulan. Setelah bebas, ia melakukan comeback bersama Sevilla namun dipecat setahun kemudian. Ia lalu kembali ke Argentina dan bermain bersama Newell's Old Boys selama 5 pertandingan sebelum lagi-lagi dilarang bermain selama 15 bulan karena kembali diketahui doping saat Piala Dunia 1994 berlangsung.
Setelah sempat menjadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karier bermain bersama Boca Juniors antara tahun 1995 dan 1997, ia akhirnya pensiun pada 30 Oktober 1997.

Karier Internasional


Maradona memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada usia 18 tahun Maradona berpartisipasi dalam Piala Dunia Junior yang diselenggarakan di Jepang, dimana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dengan hasil 5-0. Maradona mencetak 2 gol bersama Ramón Díaz yang mencetak hattrick

Piala Dunia 1982

Maradona melakukan debutnya dalam pentas Piala Dunia pada Piala Dunia 1982. Pada babak penyisihan Argentina yang adalah juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 oleh Belgia,walaupun begitu Argentina berhasil melaju ke babak kedua turnamen setelah mengalahkan Hongaria 4-1 dan El Salvador 2-0. Di babak berikutnya mereka kembali mengalami kekalahan oleh Italia 1-2 dan Brazil 1-3. Maradona tampil dalam semua pertandingan di Piala Dunia dan mencetak 2 gol. Semuanya di buat dalam pertandingan melawan Hongaria.
  
Piala Dunia 1986
Pertunjukkan kehebatan Maradona {yang ditunjuk menjadi kapten tim} adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana hampir sendirian ia mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina. Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut , Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik.

Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol yang sangat buruk. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan "tangan Tuhan". Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005. Total Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist dan tidak pernah diganti selama pertandingan Argentina dalam Piala Dunia 1986. Sebagai bentuk penghormatan, maka didirikanlah patung Maradona ketika sedang mencetak gol di depan pintu masuk stadion Stadion Azteca.


Piala Dunia 1990

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, Maradona kembali mengkapteni Argentina. Namun penampilan Maradona kurang maksimal dikarenakan cedera lutut sebelum turnamen dimulai. Argentina memulai perjalanannya dalam turnamen ini dengan kurang meyakinkan, hampir tersisih dalam babak awal dan hanya menempati peringkat 3 dalam grup B. Argentina kemudian bertemu musuh bebuyutannya Brasil. Ketika diramalkan akan menderita kekalahan, Maradona tampil sebagai pahlawan dengan mengirimkan umpan untuk diselesaikan oleh Claudio Caniggia. Argentina pun menang 1-0 atas Brasil. Babak selanjutnya Argentina bertemu dengan Yugoslavia dimana pertandingan diselesaikan lewat adu pinalti. Maradona adalah salah satu penendang pinalti yang gagal. Semifinal melawan Italia juga diselesaikan lewat adu pinalti setelah skor 1-1 selama 2x45 menit. Kali ini Maradona berhasil menyarangkan pinalti setelah dengan berani menendang bola pada arah yang sama ketika ia gagal ketika melawan Yugoslavia. Pada pertandingan final sudah menunggu Jerman Barat yang kemudian berhasil mengalahkan Argentina 1-0 lewat pinalti yang dicetak oleh Andreas Brehme pada menit ke-85, setelah terjadi pelanggaran kepada penyerang Jerman Barat, Rudi Völler.
 

Piala Dunia 1994

Maradona tampil lagi sebagai kapten untuk Argentina namun hanya tampil sebanyak 2 kali dan mencetak 1 gol ketika melawan Yunani. Ia kemudian tertangkap menggunakan doping, dan dilarang berpartisipasi dalam turnamen. Maradona kemudian menyangkal dirinya sengaja memakai doping dan menuduh adanya konspirasi melawan dirinya oleh Amerika Serikat.

Pascakarier

  • Tahun 2000 Maradona meluncurkan otobiografi nya berjudul Yo Soy El Diego (Sayalah Diego) yang mana langsung menjadi best seller di Argentina. Maradona mempersembahkan sebagian royalti penjualan buku ini kepada "rakyat Kuba dan Fidel"
  • Tahun 2001 organisasi sepakbola Argentina(AFA) mengusulkan kepada FIFA untuk mempensiunkan nomor punggung 10 sebagai bentuk penghormatan keada Maradona. FIFA tidak mengijinkan hal tersebut.
  • Argentinos Juniors menamai stadion mereka Stadion Maradona pada tahun 2003.
  • Pada tahun 2004, Maradona hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Setelah keluar dari rumah sakit, ia melakukan operasi perut pada Maret 2005 untuk mengurangi beratnya. Pada Agustus 2005, ia memulai karier baru sebagai pemandu acara talk show La Noche del 10 (Acara malam si no. 10).
  • Pada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Argentina. Pada debutnya sebagai pelatih baru tim Tango, Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1 - 0 di Glasgow. Skotlandia. Maradona juga menunjuk Javier Mascherano, gelandang Barcelona sebagai kapten baru timnas. Dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Maradona mengantarkan Argentina melaju sampai babak perempat final dimana Argentina dikalahkan oleh Jerman dengan skor telak 4-0. Maradona kemudian dipecat pada bulan Juli 2010.

Gaya Bermain

Maradona memiliki fisik yang kekar dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Keahliannya yang tinggi dalam menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya. Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Ia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.


Penghargaan

Klub

Bendera Argentina Boca Juniors
Bendera Spanyol Barcelona
Bendera Italia Napoli

Negara

Argentina

Pribadi

Hans van Breukelen

Johannes Franciscus "Hans" van Breukelen lahir 4 Oktober 1956 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Belanda. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti FC Utrecht, Nottingham Forest, dan PSV.







Di timnas Belanda, dia bermain 73 kali. Hasil terbaiknya adalah membawa negaranya menjadi juara Piala Eropa 1988.

Paolo Rossi

Paolo Rossi (lahir di Santa Lucia, Italia, 23 September 1956 merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Italia. Dia pernah bermain untuk tim Como Calcio, Juventus, Vicenza Calcio, Perugia Calcio, AC Milan, dan Hellas Verona. 

Peraih Ballon d'or 1982, Terbaik Eropah bersama club Juventus.

Di timnas Italia, dia membawa tim itu meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 1982.

Igor Belanov

Igor Ivanovich Belanov lahir 25 September 1960 adalah seorang pensiunan pesepak bola Soviet dan Ukraina yang bermain sebagai gelandang penyerang.

Peraih Ballon d'or tahun 1986 saat bermain di club  Dynamo Kiev

Belanov mewakili Uni Soviet di satu Piala Dunia dan satu Kejuaraan Eropa.

Pada 2011, Igor Belanov bersama dengan Oleg Blohin dan Vitaliy Starukhin dijuluki sebagai "legenda sepakbola Ukraina" pada penghargaan Kemenangan Sepak Bola.

Michel Platini

Michel Platini lahir di Jœuf, Perancis, 21 Juni 1955 adalah mantan pemain sepak bola berkebangsaan Perancis yang membawa Juventus meraih gelar juara Piala Champions pada tahun 1985 dia juga merupakan salah satu pemain legendaris Juventus dan juga merupakan pemain yang berpengaruh besar di klub tersebut dalam mengantarkan prestasi di Juventus. 

Ia tiga kali meraih gelar Pemain Terbaik Eropa (1983, 1984, 1985). 


Saat ini ia adalah wakil presiden Federasi Sepak bola Perancis serta merupakan Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA).

Ferenc Puskas


Ferenc Puskás lahir Ferenc Purczeld 1 April 1927 – meninggal 17 November 2006 pada umur 79 tahun) merupakan mantan pemain sepak bola nasional Hongaria. Dia bermain untuk klub Budapest Honvéd FC dan Real Madrid. Selain untuk timnas Hongaria, ia pernah bermain pula untuk Spanyol. Timnas Hongaria di masanya pernah menjadi kekuatan sepak bola dunia di dekade 1950-an. Semasa bermain bersama Real Madrid, ia pernah membawa tim ini tiga kali menjuarai kejuaraan Eropa. Ia berhenti bermain tahun 1967. Ketika wafat, ia mendapatkan penghormatan layaknya pahlawan dan dilakukan di Stadion Nasional. 


Namanya kemudian diabadikan untuk Stadion Puskás Ferenc di Budapest, ibu kota Hongaria.



Blog Archive

My Ping in TotalPing.com
SEO Reports for toplayer-soccer.blogspot.com