Rss

20 April 2014

Luis Suarez Miramontes

Spanyol untuk pertama kalinya menjadi juara Eropa pada 1964. Saat itu Suarez Miramontes berperan penting membawa La Furia Roja ke tampuk tertinggi di kancah sepak bola Eropa. Sebagai playmaker senior pada saat itu, dialah yang mengalirkan permainan Spanyol. Spanyol, yang kala itu bertindak sebagai tuan rumah, di final mengalahkan Uni Soviet dengan skor tipis 2 – 1.

Seperti ditulis Marca, Luis Suarez sering dipanggil Luisito. Dalam perjalanan kariernya, pemain kelahiran A Coruna, Spanyol, 2 Mei 1935 ini merupakan pemain lapangan tengah bagi Deportivo de La Coruna, CD Espana Industrial, CF Barcelona, Internazionale Milan, Sampdoria, dan tentu saja timnas Spanyol.
Sebagaimana tertera pada situs resmi Futbol Club (FC) Barcelona, Luis Suarez dikenal sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Spanyol. Dia dikenal sebagai pemain yang elegan, permainannya pun elok.

Julukannya El Arquitecto alias Si Arsitek. Julukan itu diberikan atas kemampuannya melepas tendangan geledek dan mengirim umpan yang terukur. Pada 1960 atau 4 tahun sebelum membantu Spanyol meraih juara Eropa pertamanya, Luis Suarez sudah meraih penghargaan Ballon d'Or sebagai pemain terbaik Eropa. Yang luar biasa, Suarez yang ketika itu memperkuat FC Barcelona, dalam pemilihan itu mengalahkan Ferenc Puskas. Artinya, Luis Suarez dianggap lebih baik daripada pemain legendaris Hungaria itu!

Luis Suarez memberi kontribusi besar bagi FC Barcelona sepanjang memperkuat klub Katalan itu pada 1955 hingga 1961. Di Barcelona Luis Suarez main sebanyak 122 kali dengan mencetak 61 gol atau 0,5 gol per laga, angka yang sangat besar untuk peran sebagai pemain lapangan tengah.
Suarez terlibat aktif dalam membawa FC Barcelona juara La Liga musim kompetisi 1958 – 1959 dan 1959 – 1960, juara Copa del Rey 1957 dan 1959, dan juara Fairs Cup (cikal bakal UEFA Cup) pada 1958 dan 1960.

Pada 1961 Suarez bergabung dengan Inter Milan hingga 1970. Itulah puncak kejayaannya sebagai pemain di sebuah klub. Kala itu muncul sebutan Grande Milan menunjukkan prestasi luar biasa yang dicapai klub Italia itu sepanjang 1960-an.

Bersama Inter, Suarez bermain sebanyak 256 kali dengan catatan 42 gol. Bersama Suarez, menjuarai Serie A tiga kali pada musim kompetisi 1962 – 1963, 1964 – 1965, dan 1965 – 1966.
Inter Milan juga disokongnya untuk menjuarai European Champion Clubs' Cup (sekarang Liga Champions) dua edisi berurutan 1964 dan 1965.

Pada dua tahun yang sama Inter juga menjadi juara Intercontinental Cup, keduanya mengalahkan lawan yang sama, Independiente (Argentina).

Luis Suarez pensiun pada 1973 setelah tiga musim bergabung bersama Sampdoria, Italia.
Sebagai pelatih/manajer, dia sempat membawa Spanyol lolos ke Piala Dunia 1990 di Italia. Pada putaran final Piala Dunia 1990, Spanyol menjadi juara Griup E setelah imbang 0 – 0 dengan Uruguay serta mengalahkan Korea Selatan 3 – 1 dan Belgia 2 – 1. Sayang, langkah Spanyol terhenti setelah kalah 1 – 2 dari Yugoslavia pada babak 16 besar.

 

Raymond Kopa

Raymond Kopaszewski (lahir di Noeux-les-Mines, Perancis, 13 Oktober 1931 ) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Perancis. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti Angers SCO, Stade Reims, dan Real Madrid.
Di timnas Perancis, dia bermain 45 kali dan mencetak 18 gol. Hasilnya membawa negaranya menjadi juara ketiga Piala Dunia FIFA 1958.

19 April 2014

Alfredo Di Stefano

Alfredo Di Stéfano (lahir di Provinsi Buenos Aires, Argentina, 4 Juli 1926) merupakan seorang pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti River Plate, Huracán, Millonarios, Real Madrid, dan Espanyol.




Di timnas Spanyol, dia bermain 31 kali dan mencetak 23 gol. Ia merupakan presiden kehormatan tim Spanyol, Real Madrid

Gordon Banks

Gordon Banks (lahir pada 30 Desember 1937 di Sheffield) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah bermain untuk tim Chesterfield F.C., Leicester City F.C., Stoke City F.C., dan Fort Lauderdale Strikers. Di timnas Inggris, dia bermain 73 kali. Berposisi sebagai penjaga gawang. Dia pernah membela timnas Inggris pada Piala Dunia FIFA 1966 dan Piala Dunia FIFA 1970. Dia berhasil membawa timnya meraih juara Piala Dunia FIFA 1966.

Penyelamatan Terbaik Gordon Banks (Piala Dunia 1970)
Gordon Banks adalah salah satu kiper terhebat yang pernah dilahirkan Inggris. Dunia pernah dibuat tercengang ketika ia menepis sundulan Pele di Piala Dunia 1970, dan itu dinobatkan sebagai penyelamatan abad 20.
Pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, juara bertahan Inggris segrup dengan Brasil, Rumania dan Cekoslovakia di Grup 3. Setelah menang 1-0 atas Rumania di pertandingan pembuka, Inggris meladeni juara dua kali Piala Dunia, Brasil.

Bermain di Estadio Jalisco (Guadalajara), tim Samba memaksa Three Lions bermain cepat. Sebuah serangan diawali dari umpan kapten Carlos Alberto ke Jairzinho. Sayap kanan Brasil itu bergerak cepat menyisir sisi kiri pertahanan Inggris.
Setelah melewati hadangan bek Inggris Terry Cooper dan mencapai garis belakang gawang, Jairzinho melepaskan umpan tarik jauh ke belakang. Banks yang sudah dekat dengan sebelah kiri gawang secara cepat langsung berbalik mengikuti arah.

Bola lambung Jairzinho sudah dinanti Pele yang muncul tepat waktu dengan sempurna. Dia melompat dan menyundul lebih baik dan keras dibanding bek kanan Tommy Wright. Sundulannya terasa keras dan mengalir deras ke sudut kanan bawah gawang Banks.

Sang penyerang spontan mengangkat kedua tangannya dan meneriakkan "Gol!" usai melakukan sundulan, saking yakinnya bola akan masuk ke gawang. Namun, entah dari mana, Banks mampu memutarbalikkan badan sambil melempar jauh-jauh tubuhnya ke kanan. Hanya beberapa centimeter bola melewati garis gawang, Banks mampu menjangkau bola, mengangkat dan menghalaunya. Tidak jadi gol.

Banks menerima tepuk tangan dan pujian dari kapten Bobby Moore. Lalu, ia mencari dan menemukan bola sudah menggelinding ke papan iklan di belakang gawang


Stanley Matthews


Sir Stanley Matthews, CBE (1 February 1915 – 23 February 2000) was an English footballer. Often regarded as one of the greatest players of the English game, he is the only player to have been knighted while still playing, as well as being the first winner of both the European Footballer of the Year and the Football Writers' Association Footballer of the Year awards. Matthews' nicknames included "The Wizard of the Dribble" and "The Magician".
A near-vegetarian teetotaller, he kept fit enough to play at the top level until he was 50 years old. He was also the oldest player ever to play in England's top football division and the oldest player ever to represent the country. He played his final competitive game in 1985, at the age of 70. Matthews was also an inaugural inductee to the English Football Hall of Fame in 2002 to honour his contribution to the English game.

He spent nineteen years with Stoke City, playing for the "Potters" from 1932 to 1947, and again from 1961 to 1965. He helped Stoke to the Second Division title in 1932–33 and 1962–63. In between his two spells at Stoke he spent fourteen years with Blackpool; where he became an FA Cup winner in 1953 (known as the Matthews Final), after he was on the losing side in the 1948 and 1951 finals. Between 1937 and 1957 he won 54 caps for England, playing in the FIFA World Cup in 1950 and 1954, and winning nine British Home Championship titles.
Following an unsuccessful stint as Port Vale's general manager between 1965 and 1968, he travelled around the world, coaching enthusiastic amateurs. Most notable of his coaching experiences came when he established an all-black team in Soweto known as "Stan's Men" – this was despite South Africa's harsh apartheid laws at the time.

Lev Yashin

Lev Ivanovich Yashin (lahir di Moskwa, Uni Soviet, 22 Oktober 1929 – meninggal di Moskwa, Uni Soviet, 20 Maret 1990 pada umur 60 tahun) adalah mantan kiper sepak bola legendaris yang berkebangsaan Uni Soviet. Lev Yashin, yang terkenal karena selalu mengenakan seragam hitam-hitam ketika bermain ini bisa dibilang penjaga gawang terhebat dunia yang pernah ada. Dia bermain 22 musim untuk Dinamo Moskwa, satu-satunya klub yang pernah ia wakili, memenangkan lima kejuaraan liga dan tiga kejuaraan cup. Dia memberi kontribusi luar biasa dari permainannya, dan mengilhami pengaturan standar sepak bola modern untuk kiper. Selain terkenal sabagai atlet yang hebat di samping keberaniannya, ia merupakan salah satu kiper pertama yang memegang komando seluruh area penalti dan melakukannya dengan keyakinan tak tertandingi serta keandalan.

Dia juga tampil mengesankan pada garis gawang dengan refleks yang menakjubkan dan kelenturan yang membuatnya hampir sempurna. Yang paling menonjol, ia menghadapi sikap umum menangkap bola, menciptakan berbagai cara untuk menghalau bola dari meninju hingga menendangnya jauh dari kotak penalti saat diperlukan. Yashin adalah penjaga gawang pilihan pertama bagi Uni Soviet di era 1954-1967. Dalam kariernya ia memenangkan 78 piala dan bermain di tiga Piala Dunia 1958, 1962 dan akhirnya 1966. Pada tahun 1956 ia adalah anggota tim nasional Uni Soviet yang memenangkan olimpiade di Melbourne, dan empat tahun kemudian ia memenangkan kejuaraan Eropa. Salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya adalah ketika ia memenangkan penghargaan European Player of the Year pada tahun 1963.
Dia masih tetap menjadi kiper hanya untuk memenangkan hadiah itu. Ia juga dikabarkan telah menggagalkan lebih dari 150 tendangan penalti dalam karier yang panjang. Pada tahun 1986 cedera lutut kaki kanannya yang semakin parah membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya, dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan.

statistik

  • 812 pertandingan karier dimainkan
  • diperkirakan telah membuat lebih dari 150 penalti penyelamatan selama kariernya
  • 326 game bermain untuk Dynamo Moskow utama line-up (tim sepak bola)
  • 78 Membela timnas untuk tim nasional Uni Soviet (70 gol kebobolan)
  • 12 Membela timnas di Piala Dunia (4 clean sheet)
  • 2 FIFA 'Terbaik dari Dunia XI' penampilan (1963-vs Inggris, 1968 - vs Brazil)
Pertandingan testimonial FIFA (1971)
  • 270 karier clean sheet
Lev Yashin hanya kebobolan 100 kali

Paulino Alcantara

Paulino Alcantara Riestra Legenda Barcelona,
Paulino Alcantara Riestra adalah salah satu legenda Barcelona. Paulino bergabung bersama Barcelona di era awal terbentuknya klub tersebut, saat Joan Gamper (pendiri Barcelona) pertama kali menjadi presiden klub di tahun El Romperedes atau sang pengoyak jala (julukan Paulino) bergabung dengan Barcelona dari tahun 1912-1927 dan mencetak 357 gol dalam 357 pertandingan.
Paulinolahir pada 7 Oktober 1896, kelahiran Iloilo City, sebuah kota di Filipina. Saat membela Filipina, beliau pernah mempersembahkan medali perak pada Far Easter Games di tahun 1917 dengan mengalahkan Jepang 15-2. Rekor kemenangan terbesar timnas sepakbola Filipina sepanjang sejarah dan akan sangat sulit diulang lagi dengan lawan yg sama.
Filipina pernah dikuasai Spanyol dan ayah Alcantara adalah seorang anggota militer Spanyol yang saat itu menjajah Filipina. Sedangkan ibunya asli Filipina. Alcantara baru berusia 2 tahun saat pecah revolusi Filipina yg memaksa ayahnya pulang ke Spanyol. Alcantara baru menyusul ayahnya saat usia 14 tahun. Di Spanyol,Alcantara bergabung dgn FC Galeno. Bakatnya yang cemerlang dalam mencetak gol menjadi jalan bagi dia untuk bergabung dengan Barcelona
Karena Alcantara memiliki 2 kewarganegaraan(Spanyol&Filipina), Alcantara pun pernah memperkuat Spanyol. Dia juga pernah memperkuat tim Cataluna. Pada 30 april 1922, dia membawa kemenangan bagi Spanyol atas Prancis. Tendangan kerasnya merobek jala Prancis dalam artian sebenarnya. Ya, jala gawang Prancis kala itu benar-benar terkoyak. Itulah cikal bakal dia dijuluki el romperedes.
Alcantara pensiun pada usia 31 tahun dan kemudian berprofesi sebagai dokter. Dia menolak memperkuat spanyol saat Olimpiade 1920 karena tengah menyelesaikan kuliah kedokterannya. Alcantara meninggal di Barcelona pada bulan Februari 1964.

Pele

Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé (lahir 23 Oktober 1940) lahir di Três Corações, Minas Gerais, Brasil. Dia adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko.
Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.


Blog Archive

My Ping in TotalPing.com
SEO Reports for toplayer-soccer.blogspot.com